Kopi arabika berasal dari ethiopia dan albessinia. Golongan ini merupakan pertama kali dikenal dan dibudidayakan oleh manusia. Bahkan merupakan kopi paling banyak diusahakan sampaik akhir abad XIX. Setelah abat XIX dominasi kopi arabika menurun. Karena kopi ini sangat peka terhadap penyakit HV, terutama didaerah rendah.
Kopi liberika
Kopi liberika berasal dari Angola dan masuk di indonesia sejak tahun 1965. Meskipun sudah cukup lama masuk di indonesia, tetapi hingga saat ini jumlahnya masih terbatas karena kualitas buah dan rendemennya rendah.
Kopi ROBUSTA
Kopi rebusta berasal dari kongo dan masuk ke indonesia pada tahun 1900. Karena mempunyai sifat lebih unggul. Kopi ini sangat cepat berkembang. Bangkan kopi ini merupakan jenis yang mendominasi perkebunan kopi di indonesia sampai saat ini. Beberapa sifat penting kopi robusata : resisten terhadap penyakit, tumbuh sangat baik pada ketinggian 400-700 m dengan temperatur 21-24 C, produksi lebih tinggi dari pada kopi arabika dan liberika, kualitas buah lebih rendah daripada kopi arabika tetapi lebih tinggi dari pada kopi liberika, rendemen -+ 20%.
Kopi golongan ekselsa mempunyai adaptasi iklim yang lebih luas. Seperti kopi liberika dan tidak terlalu peka terhadap penyakit HV. Jenis ini banyak dibudidayakan oleh orang dataran rendah yang basah, yaitu suatu daerah yang tidak sesuai untuk kopi robusta. Ciri khas kopi ini antara lain memeiliki cabang primer yaitu bisa bertahan lama dan berbunga pada batang yang tua.
Kopi hibrida
Kopi hibrida merupakan keturunan pertama hasil perkawinan antara 2 spesies atau varietes kopi, sehingga mewarisi sifat-sifat unggul untuk induknya. Namun demikin keturunan dari golongan hibrida tersebut sudah tidak mempunyai sifat yang sama dengan induk hibridanya.
Oleh karena itu pembiyakannya dengan cara setek, sambung dan lain-lain.
Demikian cuplikan mengenai jenis kopi yang ada di dunia.
Terimakasih Kepada +Yahoo! Finance +Yahoo News +Kweku Opare-Djan
Demikian cuplikan mengenai jenis kopi yang ada di dunia.
Terimakasih Kepada +Yahoo! Finance +Yahoo News +Kweku Opare-Djan








0 Komentar