Bagi bangsa indonesia, kopi merupakan salah satu mata pencahariaan yang mempunyai arti cukup tinggi. Setiap tahun penghasilan kopi di indonesia teerus meningkat dan menduduki peringkat pertama di antara komoditi exspor sub sektor perkebunan. Selain sebagai komoditi exspor, kopi juga merupakan komoditi dikonsumsi di negeri indonesia.
Bila dilihat perolehan devisa dan jumlah kopi yang dikonsumsi didalam negri tanpak prospek kopi telah cukup mengembirakan. Namun demikian perlu disadari bahwa perdagangan kopi di indonesia masih mempunyai kendala yang cukup berat. Hingga saat ini indonesia masih sering mempunyai sisa produksi setiap tahunnya. Beberapa usaha utuk mengatasi sisa produksi kopi telah dilakukan oleh pemerintah maupun pihak terkait, antara lain dengan cara merangsang peningkatan konsumsi dalam negri maupun peningkatan nilai ekspor.
Usaha peningkatan mutu kopi. Lebih dari 90% tanaman kopi diusahakan oleh akyat. Umumnya tanaman kopi rakyat terebut sudah cukup tua, sehingga tidak produktif lagi. Teknologi yang diterapkanya pun sejak penanaman masih sederhana. Tidak heran jika mutu dan produksi sangat rendah.
Untuk mengatasi hal tersebut maka perlu ditempuh langkah-langkah berikut:
- Mengembangkan varietas kopi arabika dan robusta unggul pada pengembangan lahan-lahan yang sesuai. Atau pun dengan cara setak (sambung).
- Mengganti tanaman yang sudah tua dengan tanaman muda varietas unggul yang dianjurkan.
- Metapkan teknik budidaya yang benar, baik mengenai sistem penanaman, pemangkasan /penunasan, pemupukan pengendalian hama dan penyakit, maupun pengaturan naungannya,
- Menerapkan sistem pemanenan dan pengelolaha yang benar, baik cara memetik, pengolahan, pengeringan maupun sortasi.
Sumber : kopi budidaya da penanganan lepas panen.
Untuk anda yang ingin berbisnis kopi atau investasi modal usaha kami menunggu anda dan kerjasamanya. Bisa berbincang-bincang bersama Dalang Wanataka


0 Komentar