Petani Musim Kopi Banyak Mengeluh Gagal Panen

Muara jaya II - Seperti bulan-bulan inilah menunggu datangnya musim kopi. Di daerah muara jaya II petani kopi memelihara perkebunan kopi berproduksi dengan baik dengan tenaga tangan terampil dan berpengalaman. Dari berbagai sumber buah kopi pada musim ini kurang memuaskan, karena banyaknya curah hujan pada bulan lalu saat pohon kopi masih kembang (berbunga), adapun alhasilnya bunga banyak yang rontok. Curah hujan yang begitu tinggi mengakibatkan bunga kopi berguguran. Masayarakat kebun tebu khsusnya pekon muara jaya II akan mengalami peceklik panjang akibat panen kurang memuaskan pada tahun ini.
Apa yang akan dilakukan oleh pemerintah setempat? dengan adanya peceklik panjang karena gagal panen yang kurang memuaskan. Petani di Kabupaten Lampung Barat (Lam-bar), mengeluh karena akan gagal panen pada musim ini. Yana sekayan patimah menuturkan, "Untung kamu tidak jadi mengurus kopi di gunung raya karena buah kopi kurang, karena banyak hujan" Petani terpukul dengan adanya curah hujan yang tinggi dan berdampak gagal panen dan kurang memuaskan berakibat peceklik panjang.
Selain itu juga masyarakat hanya bisa pasrah dengan musim kopi tahun ini.
Ditegaskan lagi oleh Abdul Wahid, "Bagus tahun kemaren.. Cuacanya gk menentu tahun ini.. Sering ujan jadi pas kembang banyak yg busuk gk jadi dan pada rontok". Lantas untuk hasil tambahan akibat musim kurang memuaskan, prospek apa yang akan dilankan? "Dari buah lada.. Karna lada cukup mahal antara 65-70 ribu/kilo kal0 bagus kualitasnya. Terus dari buah pisang. Tapi pisang udah turun harganya 500_900 rupiah. Dulu 1500-2000/kil0." Ujar Abdul Wahid dengan cermat.
Masyarakat hanya bisa menanam tanaman tambahan untuk menghindari peceklik panjang seperti tanaman pisang, cabai, lada, dan cengkeh.

Bisa simak artikel mengenai  Sejarah Penanaman dan Perkembangan Kopi Di Indonesia.

Posting Komentar

0 Komentar