Percobaan penanaman itu sekitar Jakarta,. Setelah berhasil dengan baik, maka biji-biji itu dibagikan kepada Bupati untuk dicoba ditanam di daerah masing-masing. Ternyata hasilnya juga baik dan harus diserahkan kepda VOC dengan harga yang sangat rendah. Penyerahan hasil itu diadakan secara paksa. Maka tanaman yang tadinya diajukan untuk dicoba, akhirnya menjadi tanaman yang dipaksakan kepda penduduk tani. Perluasan ditingkatkan terus, terutama di Jawa. Pada waktu itu hasil tanaman kopi meningkat terus, tetapi pada suatu ketika dengan tiba-tibu timbul penyakit daun, dengan sangat cepat sekali dapat merusak tanaman secara luas. Kemudian didatangkan jenis baru, yaitu jenis Liberca yang diduga lebih tahan lama terhadap penyakit. Mula-mula tanaman itu ditanam sebagi sulaman kebun yang tadinya hanya satu jenis tapi makin lama berubah menjadi campuran Arabica dan Liberica. Karena dengan jenis baru tersebut hasilnya juga belum seperti apa yang diharapkan maka didatangkan jenis yang lebih baru lagi yaitu jenis Robusta. Jenis ini terhadap HV (Hemelia Vastatrix) juga tidak tahan 100%, namun lebih baik daripada jenis yang lain. Maka sampai sekrang ini yang masih banyak diperkebunan adalah jenis Robusta.Sumber : Bercocok Tanam Kopi penerbit Kanisius
Semoga atikel tersebut bisa menambah wawasan kita tentang Sejarah Penanaman dan Perkembangan Kopi Di Indonesia, artikel yang terkait mengenai kopi bisa simak artikel ini Pentingnya Tanaman Kopi Bagi Masyarakat di Indonesia.

0 Komentar