Mencari bibit unggulan dilakukan saat musim kopi tiba, benih kopi yang sudah jadi bisa disimpan sampai bertahun-tahun untuk stok. Bisa digunakan saat akan semai biji kopi.
Memilih benih kopi untuk di jadikan pembibitan.
Hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Biji Tua
Biji tua bisa dilihat saat kulit charry sudah warna merah (bukan merah layu) di ujung buah kopi agak kehitaman dan belah sedikit.
2. Biji Besar
Pilih biji kopi yang besar besar dari yang lain, biasanya satu dompol hanya 4-6 biji yang besar. Ada juga setiap dompol biji kopi besar-besar semua itupun jarang di temui.
3. Biji nongol
Kelihatan biji unggulan, disetiap dompol ada yang menongol/ menonjol beda dengan yg lain, ambil dan petik bila telaten pilih biji tersebut. Biji yang nongol tersebut merupakan bibit super.
4. Berbiji 2
Pilih biji kopi yang sejodoh jangan kopi lanang (tunggal). Bila buah charry kopi dibelah akan berbiji 2.
5. Pohon Lancuran/ Lokal
Ambil dari pohon lancuran karena sifat bembibitan kopi akan sesuai indukannya. Bisa juga kopi stekan akan tetapi saat di petik banyak yang bolong karena hama penyakit buah charry kopi.
Bisa juga kopi pongkaan/ punggem.
6. Pilih Pohon kopi
~ Pohon kopi keras
Saat kopi berumur 4 th keatas, Bila yang keras saat panen kopi agak ribet karena susah untuk di bengkokkan. Biasanya bila di paksa akan sempelak/ patah pohon kopinya.
~ Pohon kopi lemas
Bila yang lemas mudah saat panen karena mudah untuk di bengkokkan batangnya. Bisa dipilih yang mana saja sama, yang keras atau yang lemas.
Resiko Bibit Asalan:
Pertumbuhan kerdil
Gampang terkena penyakit
Demikian, semoga bermanfaat. Bila ada tambahannya silahkan tulis di kolom komentar.





0 Komentar